Sepuluh

Sepuluh hari ini kuhabiskan berdiam diri, tak ada yang temani, disiang bahkan malam hari, yang ada hanya Sang Pencipta, Sang Kekasih Hati dan Cinta Sejati.


Berbulan-bulan kurencanakan perjalanan spiritualku di sepuluh hari terakhir bulan suci, tapi apa daya ketika Dia berkehendak? Rencana ku gagal, hanya air mata tersisa. Jangankan berjalan, solat berdiripun aku tak mampu, tahukah kamu bagaimana rasanya bersujud tanpa mencium bumiNya Allah? Terasa asing, tapi tetap kujatuhkan air mataku karena sadar betapa indahnya hatiku dipenuhi iman meski badanku tak mampu bergerak banyak.


Kepada Tuhan Sang Pencipta Semesta, Sang Maha Cinta dan Maha Agung, hati dan jiwaku selalu percaya bahwa Engkaulah composer terbaik yang Maha Tahu. KehendakMu adalah melodi terindah yang pernah aku dengar, begitupun petunjukMu melalui alam semesta, semua terasa begitu sempurna - harmonis - dan aku tak pernah ragu sedikitpun akan kehendakMu.

Terima kasih Allah untuk selalu mencintai aku seapadanya, menegurku ketika aku bersalah, mengangkat derajatku untuk pantas mendapatkan surgaMu dan menyayangi aku melebihi kemampuanku menyayangi diriku sendiri.


Dari hambaMu, yang masih akan terus berusaha istiqomah dijalanMu.

Hasbunallah wanikmal wakil <3


Jakarta, 19 April 2023

Armiya Husein

Komentar

Postingan Populer